Wednesday, 11 October 2017

Madrasaah kesulitan

Madrasaah kesulitan



Kesulitan siapa yang mau? Walau sekedar melewatinya, kesukaran, kesedihan dan berbagai macam penderitaan. Tak ada yang mau bahkan jika terkena sedikit saja sudah bukan main ungkapannya.. seakan dia yang paling menderita, manuam kesulitan adalah madrasah?
Madrasah yang saya maksudkan adalah sbuah pendidikan. Sebagiman rasul bersabda bahwa ibu adalah madrasah anak. Ternyata saya renungkan kesulitan adalah madrasah sekolah, pendidikan terbaik. Kenapa begitu orang-rang hebat lahir dari kesulitan, kesukaran kesedihan bukandari kemudahan dan bermanja-manja. 

Takperlu saya kisahkan sesuatu yang baru, atau jaman sekarang kita lihat jaman rasul yang sudah kita ketahui ceritanya. Dan kita ketahui juga ap yang di hasilkan. Pondasi di bangun di masa rasul dan hasilnya bisa menyaingi romawi dan persia yang sudah lebih dulu bercongkol di dunia namun dengan cepat yang 23 tahun sekali lagi hanya 23 tahun islam bisa memposisikan diri sejajar dengan dua kejajaan tersebut. 

Kan jadi pertanyaan apa rahasianya, bagimana generasinya bagaiman metodenya,, setelah rasul wafat bukanya islam redup malah semakin gemilang,, hingga islam menguasai 2/3 dunia termasuk mengusai ilmu teknologi perekonomian dan politik, rasul elah sukses melahirkan pemimpin sekitar 2000 pemimpin yang di cetak rasul.

Bagaiman pendidikannya, bagaimana awalanya? Apakah bisa derulang. Jika kita tanya tentu itu akan terulang jika mengikuti metode rasul dan yang di janjikan adalah khilafah ala min haji nubuwah sesui dengan kenabian. Jika di bahas akan banyak faktor dan metode yang di gunakan rasul namun yang saya soroti di tulisan ini adalah masa kesulitan. Itu menjadi bagian pendidikan rasul jadi diasaat sulit itulah di ajarkan dan di jalankan al-quran dan perintah nabi, termasuk disaat itulah menajdi ujian apakah masih bersama nabi atau tidak, menerika islam atau tidak. 

Ternyata saya berkesimpulan berangkat dari kesulitan itulah pendidikan itu dimulai dan di jalani. Yang jadi pertanyaan adalah ,, jika hari ini kitas mengeluhkan kesulitan, dan merasa paling menderita bagaiaman dengan pada masa itu? Masa rasul? Nah harusnya kesulian yang kita rasakan itu bisa mengantarkan ke hal yang lebih baik, mengajarkan kita, membentuk pondasi agr kita lebih hebat dan kuat. Jadi kesulitan itu justru menghasilkan hal yang gemilang, namun jika kenyataan kesulitan, terus datang namun tidak mendidik dan menjadikan lebih baik bahkan semakin terpuruk maka saya tidak terlalu dini menyimpukan ada yang salah dengan belajar kita, ilmu kita. Apa kita tidak belajar dan tidak mencari ilmu sehingga sesutu yang harusnya jadi emas dan mutiara malah menajdi samah yang kita seslkan?

Ternyata kesulitan itu tidak otomatis menjadikan orang hebat, orang luar baisa tetapi harus ada yang mengiringinya harus ada alurnya. Kalaulah mutiara itu tidak cukup kerangnya harus ada kerikilnya, kalaulah membuat tape harus ada raginya tidak hanya di diamkan saja lantas langsung jadi harus ada pelajaran dan ilmu yang bersamanya. Dan tidak ada yang lebiah baik dari bimbingan al-quran dan al hadist dengan pemahaman yang benar. 

Dengan demikian potongan-potongan kisah kesulitan ini bisa kita ambil hikmnya. Dan tidak bisa kita ambil hikmahnya seandainya kita tidak berilmu. Jadi madrasah kesulitan adalah kesulitan yang bisa jadi pembelajaran yang luar bisa jika di barengi dengan ilmunya.

Tuesday, 19 September 2017

Menjadi Remaja Gemilang

Menjadi Remaja Gemilang



Alhamdulillah nih,, ada undangan dari my shine (muslim youth shine = remaja muslim yang bercahaya) untuk sharing ilmu yang mengambil tema menjadi remaja gemilang. Tepat banget tema ini dengan yang sedang saya pelajari. 

Karena udah lama gak sharing-sharing lagi jadi mulai cari referensi lagi. Ya buka sana buka sini untuk memperkuat maeri yang akan saya sampaikan,. Terkait tema ini dua hal yang saya sasar adalah remaja dan gemilang. Saya uapayakan referensi dari quran hadist dan sejarah islam saja… jadi yang berbau kebaratan mungkin ada yg lebih ahli. Karena sebenarnya jadi keritikan tersendiri juga ya,, kita mempelajari dari semua referensi tapi belum dari al quran, tapi belum dari nabi Muhammad ini aneh,, karena seharunya itu dulu perdalam baru yang lain,,

Remaja memang istilah ini kalau di gali dari bahasa arab maupun al quran tidak yang ada adalah pemuda. Istilah remaja sendiri membawa makna tersendiri di kepala kita. Coba apa yang anda pikirkan tentang kata ‘ remaja’ ? apa artinya kenakalan ? susah di atur? Segala ingin tahu, pacaran dll ? maka itu hal yang salah, iya walau kenyataan demikian tapi bagaiman kita mau memperbaiki generasi ini kalau yang ada di bena kita semua keburukan yang terkait remaja? Yang ada buruk sangka saja dan tidak percaya dengan kemampuan remaja. 

Kalau di lihat survei-survei yang tertanam di benak kita itu kan berawal di amerika yang jelas bukan islam dengan budaya kebebasannya. Maka sudah pasti hasilnya remaja yang urakan dan hura-hura lihat saja di filmnya. Gak ada gambaran baik tentang remaja. Namun kalau kita lihat di lingkungan islam dengan keluarga islami dan pendidikan islam maka hal demikian akan kita temukan persentasi sangat kecil. Jadi islam dengan metode pendidikannya saja bisa menjadikan remaja lebih baik. Itu dari fakta sekarang, bagaiaman menurut al quran ?

Al quran sebagai petunjuk memuat 1/3 isi adalah kisah atau sejarah (berarti sejarah punya peran penting) dan yang menarik adalah dalam kisah tadi memuat peran remaja pemuda. Berbagai contoh dan pelajaran untuk kita. Diantaranya ketika nabi ibrahim menghancurkan berhala, ketika nabi musa melarikan diri ke negri madyan dari firaun, kisah ashabul kahfi, kisah ismail, kitah kan’an anak nabi nuh, kisah kabil dan qobil. Dll. Itu semua di usia pemuda.

Dan pemuda adalah sebuah kekuatan di antara dua kelemahan. Kelemahan ketika masih kanak-kanak dan kelemahan ketika sudah tua seperti yang kita tahu semakin tua maka nikmat Allah akan semakin berkurang dari mulai tenaga, pancaindra dll. Dengan demikian pemuda adalah kekuatan yang terbatas waktunya hendaknya di manfaatkan sebaik mungkin. Jika usia muda di jadikan menunu ilmu, berdakwah dan beribadah pada Allah akan sangat berbeda hasilnya dengan sudah tua atau kanak-kanak…

Kekuatan ini yang bisa membangun negri, kekuatan ini yang bisa membuat gemilang sesui tema di atas, seandainya judulnya orang tua gemilang agak sulit mencari contohnya. Sehinga islam faham betul pemuda adalah kekuatan maka islam ini fondasi pertama adalah pemuda remaja yang bersama rasulluwlah . kita akan masuk sejarah. Bagaimana bisa gemilang?

Jika kita ingin membuat atau menunjukan sesuatu enaknya membicarakan teknisnya atau contohnya.? Keduanya penting namun ketika menjelaskan teknis panjang lebar tanpa contoh yang ada pusing deh,,, nah untuk menjadi remaja gemilang kita lihat contoh saja yaitu bukti sejarah. Jika kita bicara teori ini dan itu yang belum terbukti hanya buang waktu saja, mari kita lihat yang sudah terbukti.
Menjadi remaja gemilang jujur saya ketika mendengar tema ini yang terpikir adalah gemilang/unggul  untuk diri sendiri, lingkungan atau keluarga. Tapi contoh yang saya sampaikan gemilang untuk seluruh dunia bahkan sampe ke akherat, wow… maaf ini contohnya gak bisa di perkecil ke sekala keluarga atau lingkungan saja. gemilang yang di contohkan terbukti sampai ke 2/3 dunia gemilang yang menghasilkan 20 juta km daerah kekuasaan yang di taklukan hanya 60 tahun lebih saja, gemilang yang ilmunya menjadi dasar teknologi mutahur saat ini. Ke gemilangan apa itu. Itulah islam. 

Semua ke gemilangan itu muncul diawali dari remaja. Kisah penaklukan konstantinofel oleh muhammad al fatih jangan lupa itu juga pemuda di usia 21 tahun. Penaklukan madinah, mekah, rasullu senagtiasa dengan pemuda dan remaja yang sekali lagi di sanalah kekuatan itu ada. Namun ketika pemuda remaja itu di lemahkan di bius maka tidak ada guna kekuatan hanya di gunakan untuk hawa nafsu tawuran, mementingkan ego, birahi dll yang seharusnya bukan itu seandainya kembali pada islam.

Jadi apa yang melemahkan remaja itu?
Sebnarnya tidak harus saya cerita panjang lebar karena biasanya kita sudah pernah dengar atau sudah bisa menebak apa saja. Saya ingin lebih bagaiaman kekuatan itu bisa di kelola dan di kembalikan. Sebenarnya menjelaskan kesalahan remaja hanya sebuah penghakiman bagi audience jadi kurang baik lebih baik kita cari inspirasi dan teladan saja. 

Nah itulah yang ada di kepala saya terkait menjadi remaja gemilang saya akan cari referensi lagi agar pembahasan ini bisa lebih menarik dan bermanfaat mudah-mudahan jadi jalan hidayah untuk kita istiqomah mengembalikan kemulyaan islam amin,,

Thursday, 14 September 2017

SEJARAN ANTARA ISI DAN KULIT

SEJARAN ANTARA ISI DAN KULIT



Perlu tenaga banyak  buat nulis mirip kaya mau naik gunung panjat tebing dll jadi hari ini ada tenaga. Hehe
Ahir-ahir ini kayaknya belajar sejarah menjadi jauh menyenangkan dari sebelumnya (selema sekolah maksudnya) dengerin ust Budi Ashari saya jadi berpikir ulang tentang sejarah. Hal yang menarik dari sejarah adalah sejarah bisa terulang, jika ingin jadi orang cerdas belajar sejarah dan memeng butuh orang yang cukup cerdas untuk belajar sejarah, memahami sejarah seakan memakan sebuah buah yang berlapis-lapis ada kulistnya saja, ada ke isi bahkan ada ke bijinya dan bagian terkecilnya. Saya menyadari bahwa sejarah yang di pelajari selama ini terutama di sekolah hanya sebatas kuli (nangis,, nyesel) 

Siapapun yang belum lihat duren gak akan mau makan duren bisa jadi karena kulitnya yang berduri atau orang yang tidak tahu kelapa tidak mau makan kelapa karena keras namun kalau tahu setajam apapun duri kulit durian akan di buka dan sekeras apapun kelapa akan di belah karena di dalamnya ada sesuatu yang manis dan bisa di nikmati. Sejarah yang puluhan tahun yang saya pelajari dan kenali adalah sebuah kulit yang saya pahami adalah nama tempat, nama orang, tagal tahun dan itu-itu saja sehingga tidak ada enaknya. Dan memang seperti itu di ajarkan di pendidikan. Ada guru sejarah yang buat saya kagum waktu smp namun lagi-lagi hanya mengenal sebuah cerita yang berahir di seru mengagumkan dan saya baru tahu, sementara isi ya saya gak tau dapat maksudnya atau tidak.
Sejarah kebudayaan islam salah satunya. Ya namanya juga sudah salah dan ini terus di pertahankan tidak ada yang merubah. Kebudayaan islam . islam adalah wahyu kebudayaan adalah kesepakatan masyarakat. Kenama di pudarkan maknanya.. mungkin kegagalan menerjemahkan hadoroh begitu kata ust budi ashari

Mana kulit mana daging itu lah sejarah yang saya tidak tahu. Dalam alquran sebenarnya sudah menjelaskan betul apa yang di sebut isi dan apa yang di sebut kulit, alquran sering menyebut apakah kalin tidak berpikir, dan istilah lainya, bahwa kisah atau cerita di alquran itu dak berarti kalau kita tidak merenungkannya, al quran mendorong kita mencari hikmahnya pelajarannya. Dan quran tidak mengajak untuk belajar dari kisah khayalan melainkan dari kenyataan itu artinya semua pernah terjadi yang kita kenal dengan sejarah (ada sebutan lain kira-kira) 

Ternyata sangat di sayangkan jika kita tidak belajar sejarah sejarah rosul umpamanya) namun di sayangkan juga yang belajar hanya sebatas kulit saja tidak mengambil pelajaran menerapkan kebaikan. Kisah hanya sebatas kisah.
Memang kelanjutannya harus di kenalkan anak dengan sejarah, yang bukan hanya kulit tapi mampu memahami pelajaran yang di maksud apalagi kalau si anak bisa mengambil pelajaran yang lain. Sunguh akan sangat luar biasa ya, 

Jadi selamat belajar sejarah dengannya bisa membuat hidup kita berkualitas dan lebih baik terutama lebih taat pada Allah kalu tidak yang percuma juga