Tuesday, 30 June 2015

TIPS Cara mudah dan sederhana membedakan DAGING BABI dan DAGING SAPI

Oleh: Drh. Supriyanto
RPH Giwangan Kota Yogyakarta
TIPS Cara mudah dan sederhana  membedakan DAGING BABI dan DAGING SAPI

TIPS Cara mudah dan sederhana  membedakan DAGING BABI dan DAGING SAPI

TIPS Cara mudah dan sederhana  membedakan DAGING BABI dan DAGING SAPI

TIPS Cara mudah dan sederhana  membedakan DAGING BABI dan DAGING SAPI

TIPS Cara mudah dan sederhana  membedakan DAGING BABI dan DAGING SAPI

Assalamu’alaikum jamaah…
Para pemirsa yang dirahmati Tuhan…
Puasa ramadhan selalu diikuti dengan peningkatan konsumsi bahan pangan,
Terutama daging sapi,…
Peningkatan kebutuhan konsumsi, biasanya diikuti dengan peningkatan jumlah daging yang beredar...
Dan ironisnya, selama ramadhan, bukan hanya daging sapi yang meningkat tapi peredaran daging babi juga ikut meningkat……
Sebagai abdi dalem pemerintah (ampun pak Jokowi….),
saya jelaskan, bahwa sebenarnya tidak ada masalah dengan jumlah peredaran daging babi yang meningkat selama ramadhan,..
Bagaimanapun juga, DAGING BABI adalah daging yang bersifat LEGAL untuk diperjualbelikan.
Walaupun HARAM untuk sebagian orang.
LEGAL itu artinya boleh diperjual belikan sesuai dengan ketentuan dan perundangan yang berlaku,
Misalnya harus dipotong di RPH yang memenuhi persyaratan teknis, diperiksa oleh petugas pemeriksa daging, dinyatakan sehat dan layak konsumsi, dilengkapi dokumen resmi bila diperdagangkan antar wilayah dsb…(dsb = dan selain itu banyak)
Legal penjualan bisa juga diartikan dijual di tempat yang memenuhi persyaratan.. ini juga berlaku untuk semua jenis daging bukan hanya daging babi saja…
Syarat tempat penjualan daging babi misalnya: meja dibuat dari bahan yang tidak menyerap air dan mudah dibersihkan, tidak diperbolehkan pakai meja kayu atau bambu karena resiko cemaran bakteri, gantungan daging dibuat dari bahan yang tidak mudah berkarat dsb….
Depot penjualan daging babi harus diberi keterangan jelas “Daging Babi” (sudah seharusnya setiap jenis daging diberi keterangan yang jelas) supaya konsumen daging tidak kebingungan atau merasa tertipu...(apalagi untuk yang jarang beli daging,..kasihan ya...
hahaha maaf pemirsa)
BAGAIMANA DENGAN MENJUAL BAKSO yang dibuat dari DAGING BABI?
Jawabannya jelas,…BOLEH dan LEGAL
asal sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku (tempat bersih, ada keterangan jelas bakso daging babi dsb..)..
BAGAIMANA DENGAN MENJUAL BAKSO yang dibuat dari CAMPURAN DAGING BABI DAN SAPI?
Jawabannya juga BOLEH DAN LEGAL,
Asalkan sesuai ketentuan dan ada keterangan jelas “BAKSO CAMPURAN DAGING BABI DAN SAPI”
Sebenarnya ada satu pasal tentang pelarangan penjualan pencampuran daging yang tidak sejenis,
Tapi ini dimaksudkan untuk pencampuran yang mengakibatkan cemaran, penurunan kualitas daging atau penipuan.
Misalnya karena daging sapi mahal dan daging babi lebih murah lalu dicampurlah daging sapi + daging babi kemudian diberi label “DAGING SAPI”.
Yang jelas menjual Gudeg Jogja, trus ada daging ayamnya dicampur koyor sapi,….boleh dan legal pemirsaa..
Yang jelas dilarang oleh undang undang adalah, melakukan penipuan misalnya;
Menjual bakso DAGING SAPI+DAGING AYAM, tapi keterangannya HANYA “BAKSO DAGING SAPI”,
Ini juga masuk dalam kategori penipuan..
Memang tidak mudah membedakan daging sapi dan babi secara kasat mata....
Berikut ini beberapa tips dari saya, yang bisa digunakan:
1. Cara yang paling mudah, murah, dan akurat untuk membedakan daging sapi dan babi adalah dengan “BERTANYA PADA YANG JUAL”, HAHAHA,…
ini beneran lho pemirsa,…Mungkin terdengar naïf dan masyarakat kita belum biasa, tapi memang penjual lah yang paling tahu daging apa yang dia jual dan adalah hak dari konsumen untuk mengetahui daging apa yang akan dia beli. Jadi jangan malu atau takut bertanya, karena itu hak anda. Kalau perlu pembelinya disumpah pakai kitab suci atau sumpah potjong (hehehe….)
2. Belilah dari depot daging yang jelas memotong sapi sendiri, bukan hanya mengecer (mohon maaf kepada saudara2 para pengecer daging…,)
maksudnya mengecer adalah mengambil dari pemotong lalu dijual kembali, …. Ciri dari depot daging yang memotong sendiri ini biasanya adalah adanya bagian tubuh dari sapi yang lengkap, misalnya kepala, kaki atau kikil, juga ditemukannya jerohan (rumen reticulum omasum abomasum…oppooo iki hehe), atau biasa disebut BABAT ISO, dan perlu diketahui karena babi berperut tunggal, jelas babi tidak memiliki Babat,..
3. Dari anatomi, morfologi dan fisiologi (opo maneh iki…hehehe), intinya sapi kan bentuknya lebih tinggi dan memanjang, sedangkan babi bentuknya bulat pendek (mirip akyuu lah…)
jadi kalau beli daging, kaki, iga atau jerohan utuh, misalnya : hati, jantung atau paru, silahkan dilihat. Kalau bulat pendek dan lebih kecil, curigalah kalau itu babi...
ingat lho pemirsa,..jenis dan umur sapi juga mempengaruhi, jadi untuk sapi yang tidak terlalu besar misalnya sapi bali, jerohannya mungkin juga kecil..
4. Jerohan yang paling membedakan antara sapi dan babi adalah GINJAL,
ginjal babi berbentuk mirip kacang sedangkan ginjal sapi berbentuk mirip sekumpulan anggur, (jangan khawatir.. bagi yang jarang melihat kacang dan anggur,.. saya tampilkan gambar ginjal babi dan sapi, hehehe).
5. Kulit babi memiliki jejas berpola 3 titik (gambar) yang merupakan bekas rambut, sedikit lebih tebal dan yang menciri adalah lemak dibawah kulit yang biasanya lebih tebal dan padat dari kulit sapi. Rambut babi (rambut apa bulu pemirsa…) lebih tebal dan panjang dari sapi, biasanya paling sering akan ditemukan pada daging atau karkas daging babi dari pemotongan babi dianjut proses direndam air panas lalu dikerok (bukan di bakar). Jadi kalau pas beli daging trus ada rambut2 aneh di situ (hiiii…), curigalah kalau itu babi.
6. Secara teori :Daging babi cenderung berwarna Merah Muda serat lebih halus, daging sapi merah Lebih Gelap serat lebih kasar,
itu teori nya pemirsaa.. namun kadang di lapangan agak susah membedakan, tergantung juga daging dari bagian mana…
dari pengalaman saya, kalau bentuknya daging sudah dipotong2, biasanya setelah saya lihat warna nya lalu saya pegang atau saya iris dengan pisau,…
terus TIDAK MENcuci tangan atau pisau,…
tunggu beberapa waktu….
lalu lihat apa yang terjadi (?????),
kalau itu daging sapi, biasanya akan ada lemak yang memadat pada pisau atau tangan anda, orang Jogja menyebutnya GAJIH atau KENDAL (bukan nama daerah lho ya…), sedangkan pada daging babi tidak.
7. Kalau sudah diolah menjadi BAKSO, ini gampang2 susah pemirsaa..
yang jelas bakso daging babi murni akan cenderung PUCAT dan MENGKILAT, sedangkan bakso sapi akan KESET dan MERAH agak2 coklat gitu deeh…tergantung dari jumlah campuran daging dan tepung nya juga ding..tapi biar manteb bisa dilihat gambar.
8. Dari pengalaman makan sate Klatak, sate kambing dan sapi di jogja juga pengalaman saya selama di Thailand, sangat sering melihat perbedaan sate ayam dan babi. Yang jelas Kalau sudah dimasak, daging babi cenderung lebih berminyak, mengkilap, dan harumnya itu lho.. khas sekali (bikin ngiler…ups!!! Haram pemirsa….)
Sudah... sekian dari saya…
Panjang banget. Tulisannya….
semoga tidak BOSEN membacanya
mohon maaf kalau ada salah dan kurang...
dikutip dan ditulis ulang dari berbagai sumber,..
juga termasuk foto
wassalam...
Chiangmai, 27 Juni 2015

SHARE THIS

Author:

Makasih yang udah baca berkunjung di penuhkesukuran. jika ada masukan makasih ya,, semoga bisa dakwah lebih baik sekali-kali kunjungin lah IG : ridwanfan

0 komentar: