Perenungan diri


Semasa SD, SMP dan SMA tidak pernah saya keluahkan walaupun ada hal yang sebenarnya bisa saya keluhkan tetapi tidak. Waktu itu saya secara ekonomi saya tidak begitu menguntungkan. Nah belakangan ini saya teringat akan masa-masa itu. bukan kenangan dengan teman2 bukan indahnya masa-masa itu tapi, di masa itu saya tidak mengeluh. Saya menikmati hidup saya, saya mensyukuri -kalau boleh di bilang- hidup saya. dan tidak meresakan ruang kosong yang terus menerus seperti yang saya rasakan sekarang. Tidak bahagia jika di rumuskan dalam motivasi moderen. Sehinga saya mudah sekali mengeluh dan seakan tidak menikmati hidup. Ya saya berpikir mungkin sementara namun ternyata terus menerus tidak selesai datang lagi dan lagi.
Kemudian saya merenung dan mengajukan pertanyaan pada diri saya sendiri. Kenapa saya begitu senang ketika masa itu dan sekarang tidak? Padahal kalau dari segi pasilitas lebih enak sekarang, lebih mudah sekarang ?
Contoh ketika saya dulu saya senang dengan musik, yang saya lakukan bukan seperti sekarang download lagu, pada masa itu saya hanya punya tape kaset dan radio. Saya harus merekam dengan kaset lagu yang di radio agar saya bisa mendengarkan lagu itu lagi. Namun itu menyenangkan saya pikir sekarang, nah saya pengen sekali beli kaset maka saya harus menabung untuk itu pergi ke pasar, dan beli kaset bajakan. Itu saya pikir sangat menyenangkan. Mendengarkan lagu di tape recorder  tidak seperti sekarang tiangal pencet dan clic. Nah saya pengen banget beli kaset asli, nah itu sebuah barang mewah bagi saya waktu itu, dan suatu ketika saya bisa beli kaset asli dan betapa saya senang dengan itu ada rasa yang tidak saya rasakan sekrang.
Dari cerita di atas bukan karena lagu atau artisnya saya menjadi panatik bukan ternyata. Namun saya rasakasn sesuatu yang mengairahkan hidup saya yang menyenangkan. Saya teringat kisah itu karena saya mendengar lagu masa kecil saya. apa yang membedakan saya dengan yang dulu? Saya pengen sekali merasakan perasaan itu, bersemangat penuh dengan harapan dan tidak mengeluh, menikmati hidup. Saya sekarang jangankan beli kaset bahkan CD dan DVD bisa saya beli, tapi itu tidak menjawab pertanyaan saya, mungkin bisa saya rasakan seperti dulu menikmati musik namun tetap beda. Dan saya kira ada kegiatan yang lebih bermanfat dari itu.
Dalam renungan itu juga saya mikir wah dengan kemajuan teknologi sekarang harusnya penonton bola itu berkurang. Kenapa? Karena sudah ada berita sudah ada tv jadi penonton bisa lihat di tv bahkan dia gak usah lihat langsung cukup baca koran, cukup lihat beritanya maka kita sudah tahu skornya berapa. Kan sepak bola itu merebutkan nilai. Siapa yang menang kan? Anda sebagai pengemar bola akan menepis dan menghujat apa yang saya sampaikan ini. Oh tidak demikian. Tetap kalau ada kesempatan nonton di lapangan langsung beda, beli tiket, mesuk lapangan, beda, menonton siaran langsung beda, dll.
Coba lihat, apa yang anda sampaikan ,,, semuanya beda, meliat di TV dengan langsung ke stadion, mengetahui skor dengan menonton bola langsung Beda,apa yang kita dapat di sini. Kita lebih menikmati proses dari pada hasil itu sendiri. Bahkan kita lebih enak dengan tujuanya itu sendiri. Dan itu juga yang saya rasakan dulu. Menikmati peroses, dari pada menimati hasil itu sendiri dan ajaibnya kita tidak usah di kasih tahu untuk menikmati proses karena secara tidak sadar kita menikmati itu walau kita secara sadar tidak mengakui itu.
Ahirnya saya rumuskan kebahagian dan kesenangnya itu dua, yaitu bukan hanya tujuan tetapi juga proses. Dan walau agak absur namun saya harus sampaikan, kebahagian itu bukan hanya kebahagian itu sendiri tapi kesedihan kesulitan itu sendiri adalah sebuah kebahagian yang tidak kita sadari, persis seperti nonton bola tadi mengetahui skor itu bahagia namun tidak hanya itu, melihat langsung, berteriak, berdesak desakan, kehausan, kelaparan bahkan kerusuhan adalah sebuah kenikmatan walau secara kelihatanya itu kan penderitaan semua, kenapa saya katakan kebahagian ?karena penonton bola tidak penah berkudan baik di stadion maupun sporternya. Kalau di isatilahkan main game bukan hanya meraih skor yang tinggi saya yang membahagiakan kita tapi kesunguhan kita mendapatkan itu bermain game itu sendiri adalah sebuah kesenangan. Sebelum bermain. Itu pergi kewarner, mencium aroma warnet, mengantri, di kejar waktu, menabung, masuk ke warnet semua itu ada feelnya sendiri dan itu yang membuat bahagia,
Sehinga menarik saya sampaikan disini seandainya kita bisa memilih hal yang baik sebagai tujuan kita mengantikan hal yang kurang bermanfat yang kita senangi sekarang dan kita akan menikmati peroses untuk mendapatkan itu, tanpa di suruh, kita akan menemukan diri kita tiadak mengeluh dan penuh kesukuran

jadi apa yang anda ingin kan dan usahakna sekarang? 

Perenungan diri