Sunday, 16 February 2014

Menonton stand up comedy dan mengambil sedikit hikmah


Menonton stand up comedy dan mengambil sedikit hikmah
Mengisi liburan kali ini saya menonton sebuah acara audisi bukan audisi nyanyi tapi audisi membuat orang ketawa yaitu sand up comedy di kompas tv, acara ini sebenarnya sudah saya tonton sebelumnya sampai jam 12 malam namun saya nonton lagi siaran ulangnya karena ada lawakan yang lucu dan ada juga aneh saja,, semua kontestan berlomba-lomba membuat para juri terkesan sehingga mereka tidak tereliminasi saya kira semua yang mengikuti semua audisi setiap kontesan mati-matian supaya memikat para juri, membuat mereka tekesan namun inilah audisi tidak mungkin semuanya jadi pemenang!! Harus ada yang mundur dan sebaliknya juga tidak ada satu pesertapun yang mau mundur setelah melakukan perjuangan sampai sejauh ini.

Lanjut setelah semua peserta tampil kemudian sampailah pada tahap eliminasi nah di sana di munculkan setiap peserta dan menyampaikan sesuatu sebelum di eliminasi. Ada yang optimis, ada yang merasa kurang baik, ada juga yang grogi banget,  bahkan ada yang menyesal karena dia tidak mempersiapkan dengan baik  karena dia menyiapkanya sehari sebelumnya dan tentu hasilnya kurang memikat dewan juri dan alhasil di eliminasi lah tentu sangat di sayangkan namun dalam hati saya “ ya keputusan juri tepat karena dia kurang lucu”

Nah saya tidak akan mengisahkan panjang lebar kalau gak ada hikmaknya, dua hikamah yang saya dapat di acara stand up comedi yang pertama adalah persiapan. Saya penasaran juga menantang para komika menyampaikan leluconya dengan sebuah tema dan tanpa persiapan apa masih bisa membuat orang tertawa? Karena akan sangat berbeda atau akan terasa mana yang sudah mempersiapan mana ya asal-asalan saja, mana yang sudah pengalaman, mana yang belum, dan itu akan terlihat dari raut muka ketika kita tertawa apakah memang lucu atau kita terpaksa ketawa, jadi segala sesuatu itu penting di persiapkan apalagi jika menghadapi halayak umum.

Hikamah kedua adalah membuat terkesan dewan juri, saya bisa mengambil hikmah ini karena waktu ngisi pengajian anak-anak saya pernah di tanya “pahala itu untuk apa ?” dan secara spontan saya jawab “untuk masuk surga” dan sang anak menjawab “bukanya untuk mendapat ridho Allah.” iya itu lebih tepat saya tambahkan kemudian saya ceritakan sebuah kisah

Jaman dahulu ada seorang yang tinggal di gunung mengasingkan diri dengan tujuan agar bisa beribadah dengan tenang nah dia beribadah dengan khsusu selama 100 tahun lebih hingga ahirnya dia meninggal dan sampai pada waumil hisab di aherat dan ketika sudah di hisab kemudian Allah memasukan ia ke surga atas rahmatnya. Namun orang itu tidak mau karena dia ingin masuk surga dengan amalan pahala yang telah dia lakukan selama 100 tahun. Maka jibril dengan perintah dari Allah menghitung banyak pahalanya dan ternyata pahalnya itu hanya bisa memasukan sepasang matanya saja. Allah pun memerintahkan agar matanya di cokel dan memasukan sepasang matanya ke surga dan sisanya masukan ke neraka karena tidak bisa memnuhi berat pahalnya. Dan orang itupun bertobat dia memintaagar di masukan ke surga atas rahmat dari Allah.
Dari kisah di atas betapa apa yang kita dapat itu adalah dari kasih sayang Allah karena jika kita menghitung pahala kita tidak akan sangup membalasnya apalagi nikamat dari Allah tidak terhitung maka dengan mendapat ridho Allah lah kita bisa mensukuri nikmat.

Seperti halnya seorang peserta sebuah audisi mereka mati-matian memikat sang juri agar tidak di eliminasi. Nah saya kira begitupun dengan hidup kita di dunia ini kita harusnya berlomba-lomba memikat Allah sehingga Allah memberikan ridhonya pada kita, bukan malah kita sekuat tenaga agar di puji orang bukan mendapat pujian dari Allah padahal kenyataan kita akan mati dan akan  bertemu Allah dan malangnya keadaan itu kekal yakni di aherat. Kita tidak akan bisa selamat dengan pujian dari orang. Bagaiman dengan pahala dari amal ibadah kita? Ah itu di tanyain lagi yang 100 tahun saja beribadah belum tentu selamat karena selamat atau tidak adalah hak Allah bukan manusia. Jika kita telah tahu demikian maka mengapa kita masih diharap di puji orang kenapa masih sombong? Dan pertanyaan sederhana yang mengagu saya adalah

Amalan apa yang sudah saya lakukan untuk membuat Allah terkesan pada saya?  


SHARE THIS

Author:

Makasih yang udah baca berkunjung di penuhkesukuran. jika ada masukan makasih ya,, semoga bisa dakwah lebih baik sekali-kali kunjungin lah IG : ridwanfan

0 komentar: